Parts

ಸ್ವಾಗತ

ಸ್ವಾಗತ. It was not always easy to hush up a problem. When I was in a bind & when I suddenly got such a hard feeling,nobody knew and cared. I understood that even my closest friend can't make head or tail of my whole life stories. in view of this objections, I made this blog. I told my troubles here with an open heart. I made a point of typing some pieces of my stories. Off and on I'll share here. Welcome to my blog. I snapped up critics :)

Bandung

Awalnya, aku kira hari-hariku bakal jadi amat membosankan karena dilanda libur yang sangat panjang. sejak berakhirnya UAN (atau mungkin bener-bener 100% lepasnya setelah SNMPTN+pengumumannya), aku bingung harus bagaimana untuk menghabiskan waktu liburan tanpa seragam sekolah sekitar 4,5 bulan lebih.

Ternyata, rutinitasku di sekolah tergantikan dengan rutinitas ke RP dan banyak kegiatan yang lain, yang menurutku membutuhkan tenaga lebih daripada ke sekolah.
Jauh-jauh hari, aku sudah memiliki rencana untuk ke Bandung bersama dengan teman-teman bermainku (Pipin dan Mellisa). Pada akhirnya terwujudlah rencana indah kami. Sempat kami diombang-ambingkan oleh tanggal yang tidak menentu (29 atau 30 atau 31) dan juga lama menginap yang akan menipiskan kantong kami secara perlahan namun pasti.


pesen tiket (Mellisa, Vero, Pipin, Mama'nya Mellisa)


tiket Lodaya Pagi

30 Juli 2011

jam yang saya gunakan adalah jam yang menunjukkan Waktu Indonesia bagian Barat.
kumpul di Stasiun Balapan jam 08.00 & berangkat naik kereta jam 08.30 dengan naik turun kereta (melewati setiap kereta yang kebetulan ada) yang mengakibatkan kaki pegal-pegal
Pipin, aku, Mellisa, mamanya Mellisa duduk di 6A-6B-6C-6D gerbong 2
di kereta, tiap jam selalu gelisah dan mengecek "jam berapa ini?"
walaupun memang perjalanan terasa lama, tapi kita ngobrol terus (ngobrolin orang lain tentunya) sampe obrolan kami habis dan ngrasani orang di depan kami yang kerjaannya makan terus biar kelihatan kaya padahal nggak mau bayar Porter.

sampai Stasiun Bandung jam 17.15, dijemput sopir tantenya Mellisa dan sampai kost jam 18.30.
Kost Mellisa sekilas keliatan seperti nggak tingkat, ternyata justru 2 lantai. mas yang jaga kost udah lama nunggu (dari jam lima), langsung ngasih kunci ke kami. ada 3 kunci. kunci gembok, kunci pintu depan, dan kunci kamar. janjinya dikasih 1 bantal 1 guling, setelah dicek ternyata nggak ada. masnya nyari keburu-buru tapi nggak ketemu, akhirnya dibolehin pulang, katanya mau dicariin besok (kenyataannya, sampai Pipin & aku pulang pun, belum dikasih bantal)
mulai dari sini, mamanya Mellisa misah, tidur di rumah tantenya Mellisa, jadi kami sekarang kemana-mana bertiga.
kami masukin tas lalu pergi cari makan.
awalnya kami mau diajak Patrice ke Cibadak buat makan bareng jam 18.00 tapi nggak keburu, jadi kita makan di Mie Ayam Jakarta yang mana aku baru tau kalau teh tawar itu gratis disini

kembali ke kost, kost Mellisa tampak....ehm.....angker
lampu yang kuning, hiasan wayang disana-sini, banyak cermin, patung-patung, hiasan kerbau di depan pintu semakin membuat kami bertiga....(maaf) gila.

kami baru sadar, kalau saat ini, hanya kami bertiga yang ada disitu #nyikatlemari #cakarcakarcermin

beberapa saat kemudian, ada satu keluarga dateng, cari "Bu Siti" sang pemilik kost dan menunjukkan bukti transfer (Mellisa taunya yang punya kost itu "Bu Dina", nah lo...). dia bilang mau ngisi kamar yang udah dipesen.

nama anaknya Citra (bukan pelembab atau lotion atau apapun karena dia tidak sehalus namanya), dari Jakarta. Bapaknya, Ibunya, adeknya dibawa kesini (nggak sekalian satu desa aja?) buat angkut-angkut dispenser lah, apa lah. dasar manja. #eh #belumbelicermin
kami bertiga ngrasani (aktivitas favorit) di ruang makan. tiba-tiba pas mengo, udah ngilang satu keluarga, cepet amat perginya (kami bagaikan berada dalam proses syuting film horror) dan kami (atau bisa disebut Mellisa doang) kehilangan rak handuk di kamar mandi yang harusnya dipake bareng-bareng satu lantai yang tak lain tak ragu dan tak salah lagi sekarang ada di dalam kamar Citra White Body Lotion! (menggerutu: tau gini kita duluan yang masukin ke kamar!)

suasana jadi sepi lagi......

kami mandi bertiga karena kamar mandinya besaaaar----beserta cerminnya juga besar yang semakin menambah keangkeran rumah ini (1 kamar mandi untuk 1 lantai, ada 2 lantai jadi ada 1 kamar mandi di tiap lantai)
Pipin & Mellisa gantian mandi di bathtub, aku pake shower, dan aku ngrusakin yang buat nyentor WC (aku taunya diputer ke depan, ternyata diputer ke belakang, ini taunya juga setelah besoknya dibilangi mas yang jaga, lewat mamanya Mellisa) #dasarorangdesa #siapabilangPaluritukota
sesudah mandi, kami bertiga masuk ke kamar bareng, pokoknya kemana-mana HARUS bareng.

Mellisa bawa laptop, menghilangkan kesunyian rumah ini. kami liat-liat foto M.M#, maen bentar, dan sekitar jam 23.00 ada suara duk..duk..duk.. dari atas. gara-gara aku udah ngantuk, aku langsung tidur nyenyak, tapi Mellisa masih mau ditelepon sodaranya. kejadian setelah ini jelas aku nggak tau, karena alam yang kami huni sudah tidak sama

31 Juli 2011

aku bangun jam 05.30 gara-gara sentrup-sentrup flu dan tidak bisa bergerak. yang lain tidurnya lebih malem dari aku, jadi belum bangun, dan akhirnya aku ikut tidur lagi sampai jam 08.00. seperti biasa, mandi bareng.

Mellisa cerita kalo semalem ada suara dari atas duk..duk..duk.. kayak orang keburu-buru, ditambah ada suara bola ngglinding #eaaa. terus agak pagian ada yang lari dari kamar atas ke bawah, buka gembok, keluar. (perlu diketahui: lantai 1 sama 2 pintu gemboknya misah, pintu depannya juga misah) kami cari tau ke atas, nggak ada orang, tapi ada yang habis buang wadah makanan di tempat sampah. jadi kami kira pasti ada orang di atas. seenggaknya kami tenang. (hari itu pintu akses ke atasnya belum di kunci, baru dikunci besoknya)

habis itu kami cari makan diluar dan kami nggak tau kalo hari Minggu rumah makan pada tutup. kami beli crepes di deket situ.

di kost Mellisa, mamanya Mellisa, Tante&Omnya dateng, buat liat-liat, sekaligus meletakkan mamanya ke kost gara-gara mau ngatur barang-barangnya Mellisa.
si Citra aja bisa masukin rak handuk, maka Mellisa juga harus bisa masukin meja belajar di luar!

rencana hari ini, kami mau ke gereja (diajak Patrice). udah rencananya itu aja.
jam 10.30 ke kost Patrice, ketemu Arlita sama Jesslyn (seangkatan, alumni Ursulin, masuk Unpar, tetapi aku tidak kenal keduanya). aku kenalan sama Arlita.

kami makan di gang kecil yang ternyata kalo masuk ke dalem kayak kantin mahasiswa-mahasiswi. kenalan sama banyak orang, temen-temennya Patrice. Cik Ika, Otniel (asal SMA3 Solo, temennya ccnya Kevin), Putra (berotot), Ody (ini pria, aku punya temen SMP namanya Ody juga tapi perempuan).

habis makan kita ke gereja bareng naik angkot. jadi ceritanya, disini angkot bisa dicharter (charter=rent gitu wes) lewat telepon (nyaman-nyaman ya orang jaman sekarang, punya HP semua. tuntutan pekerjaan.)
kami ke ECC (El Shaddai Creative Community) dan walaupun sesama El Shaddai, tapi beda banget sama GBI KA Solo. ini lebih kharismatik.


Tema hari itu The Power of Giving, garis besarnya gini:
1. memberi adalah kunci hidup dalam kelimpahan
2. memberi adalah salah satu kunci untuk umur panjang
3. memberi adalah memperlebar Kerajaan Allah

habis selesai, kenalan sama Yudi (anak UnPad, yang mana setelah ini kita akan lebih sering menyebutnya dengan Trending Topic 1),C Anna, Sein,dan Rico (sang pemandu perjalanan). naik angkot lagi ke halte deket UnPar. angkot bolak balik jauh gini bayarnya Rp 9.000,00 doang lho per orang.

jam 15.30 sampe ke kost, mandi bareng lagi, diajakin Patrice sama temen-temennya ke PVJ (Paris Van Java) jam 17.30. okedeh, daripada nganggur.

jamnya molor. rencana jam 17.30 jadinya 18.30an. pergi bareng kebanyakan mahasiswa baru Unpar. yang ikut pergi ada kami bertiga, Boy & Yosia (Ursulin juga), C Ika, C Gaby, C Anna, Sein, Yudi, Rico, Ody, Patrice, Jesslyn (udah kenalan), Arlita, dan rombongan anak-anak Jambi.
ke sana naik angkot charteran lagi (PP cuma Rp 6.000,00)
makan di dalem PVJ, di Richeese (kita-kita taunya Richeese ya wafer keju yang panjang itu) ternyata ada ayam goreng juga, istimewanya disini ada saos (ato apa nyebutnya?) kejunya. Pipin paket 1 (burger, kentang, minum) aku sama Mellisa beli paket 5. paket 5 ada level pedesnya, dari level 0-5. Mellisa level 3, aku level 4. aku sempet nangis waktu makan :'[ pedesnya, pedes manis



jalan-jalan disana, ke Carrefour yang anak-anak kost pada belanja kebutuhan anak kost.
disini keliatan bedanya anak-anak Bandung sama Solo. kalo pria Bandung naik angkot yang pria nunggu sampe semua perempuan masuk---kalo pria Solo tanpa ba-bi-bu langsung naik aja -___-
kalo jalan-jalan pria Bandung ada yang di depan sama di belakang, yang perempuan di tengah. sopan banget

sampe kaki kami udah mau tugel, yang lain belum pada kesel
jam 11 baru pulang dari PVJ, ke kost Mellisa, kita langsung pada tidur karena kecapekan. ini satu-satunya malam yang paling tenang (seperti memberi isyarat bahwa malam setelah ini adalah malam yang menakutkan)

1 Agustus 2011

Pipin, Mellisa, aku udah pasang alarm buat bangun jam 05.00 tapi mandinya jam 05.30 dan pasti mandi bertiga.
setelah mandi, ke kost Patrice, terus bareng-bareng ke Unpar buat nemeni yang daftar ulang.
sampe UnPar jam 07.00. Satpam baru dateng jam 08.00
Mellisa dapet nomer antrian 0093. bisa dibilang lumayan, daripada yang sampai seribuan.
Pipin & aku jalan-jalan di UnPar, sempet foto-foto bentar, tapi nggak nemu tugu/logo Unpar yang bener-bener gede buat foto bareng. Efek ayam pedes kemarin masih kerasa ternyata, si Mellisa masih sakit perut.

selesai daftar ulang, keluar dari Unpar, makan bakso sama yang lain. selesai makan bakso, Mellisa, Pipin, dan aku ngikutin Yosia ke rumah temen papanya Pipin (karena rumah temen papanya Pipin & kostnya Yosia 1 gang).sampe disana, ramah tamah sama keluarga temen papanya Pipin, dan dipinjemi satu sopir beserta mobil beserta bensin beserta uang makan sang sopir (komplit)

Jam 10.45 berangkat ke area BSM. Mellisa & aku ke Trans Studio, Pipin jalan-jalan di BSM cari dompet. Aku sama Mellisa beli kartu (kita masuk ke TSB harus pake kartu) terus udah nggak sabar nyoba tiap wahana yang ada. saking semangatnya, Mellisa sempet bilang mau coba Vertigo, Giant Swing, Yamaha Racing Coaster. Aku bilang diselingi dulu dari yang paling ringan dari tiga itu, yang mana menurutku merujuk ke Giant Swing (dan disinilah dimulai kesalahan fatal)

Kami nyoba Giant Swing. wahana itu kayak kita duduk, diputer, dibanting-banting ke kanan-kiri, sampe kaki bisa deket banget sama atap. seru!
Selesai Giant Swing, duduk sebentar
Terus nyoba yang lain dulu, Mellisa usul main Negeri Raksasa, jadi, mainan ini kayak Histeria di Dufan. dinaikin, dijatuhin, dinaikin, dijatuhin, dinaikin, dijatuhin, dinaikin, dijatuhin. gara-gara main Giant Swing duluan, main ini jadi kerasa biasa, nggak ada geregetnya
Sky Pirates, ini permainan nggak jelas, cuma naik sejenis perahu di langit, keliling liat-liat TSB. udah gitu tok
Jelajah, basah-basahan, jatuh dari ketinggian 13 meter, ini juga seruuuuu, sampe keluar dari TSB aja celana nggak kering-kering, terutama bagian belakang. err
Trans Broadcast Museum, cuma masuk buat foto di logonya Trans. seharusnya disini bisa broadcasting, dubbing, dll.
Bolang Adventure, INI PERMAINAN PALING NYESEK. ogah aku main ini lagi. antri lama banget, di dalem dilama-lamain, cuma buat nonton Bolang.
Habis itu, aku pengen yang ada geregetnya, aku ajak Mellisa ke Vertigo (maaf Melllll)
Vertigo, dipontang panting, diputer. enak, anginnya banter. habis naik Vertigo, temenku mual, terus ke toilet, berdiam disana, aku disuruh main dulu
Yamaha Racing Coaster. kayak roller coaster gitu tapi ada gerakan mundur, katanya sih cuma ada 3 di dunia yang kayak begini: 2 di AS, 1 di TSB. ke ketinggian 50 meter, selesai dalam 40an detik. aku sama sekali tidak menyangka, tidak menginginkan, dan tidak berharap aku duduk di depan sendiri!

Habis dari Yamaha, kembali ke toilet deket Jelajah, aku nemeni temenku yang mual-mual, akhirnya kami mutusin buat main 1 wahana lagi yang nggak bikin puyeng
Dunia lain, awalnya aku sama Mellisa paling nggak mau masuk ni wahana, cuma karena nggak ada pilihan lain mau masuk apalagi sebelum keluar dari TSB, ya udah masuk sini. dikira serem, ternyata membosankan. setannya yang muncul cuma 2, di kanan semua (aku kanan) tapi aku nggak takut. HAHAHA #bangga. masih sereman hantu di BTC sih

jadi ringkasnya, ada 3 area di TSB: Studio Central, Magic Corner, dan Lost City. di area-area itu ada 20 wahana, kami nyoba 9. ada beberapa alesan kenapa kami nggak main ini itu. (aku naik yang di-pink)
  • Yamaha Racing Coaster
  • Trans Car Racing (antrian rame bangeeeet)
  • Marvel Superheroes 4D (mulai Desember 2011)
  • Vertigo
  • Trans City Theater (nggak tau ini apa, nemu aja nggak)
  • Giant Swing
  • Si Bolang Adventure
  • Sky Pirates
  • Jelajah Adventure
  • Kong Climb (aku nggak bisa manjat)
  • Amphitheater (ini apa ya)
  • Blackheart Pirate Ship (khusus anak-anak)
  • Pulau Liliput (khusus anak-anak)
  • Negeri Raksasa
  • Dragon Riders (keliatan nggak seru, jadi nggak naik)
  • Special Effects Action (mulai Desember 2011)
  • Dunia Lain the Ride
  • Trans Broadcast Museum
  • Science Centre (mulai November 2011)
  • Trans Movie Magic (belum beroperasi)
keluar dari TSB, kami ketemuan sama Pipin lagi di Coffee Bean sekitar jam 15.30.
menuju ke Kartika Sari beli brownies buat oleh-oleh. nelusuri jalan cari Soes Merdeka kesukaan Mellisa, tapi nggak ada. sampe bolak-balik sana sini nggak ketemu-ketemu, akhirnya nyerah terus mutusin ke City Walk (ngga ada capeknya~ beda sama kemarin) nemenin Pipin beli dompet karena nggak nemu dompet yang cocok di BSM.
Aku sempet beli gantungan kunci kembaran 6 cewe 1 cowo buat satu keluarga, beli keripik Maicih 3 bungkus,terus pulang (dalam kondisi kami belum makan siang dan malam)
sempet ke kost Patrice ambil kunci kost, beli Kebab Turky di depan Mie Jakarta. enak kok, kapan-kapan pengen mampir sini lagi.

Sampe di kost, jam 19.00. rencananya, ada yang mau berendam, ada yang mau mandi (aku bilang gini karena aku nggak mau mandi). waktu baru mau mandi, aku sadar sesuatu. seperti yang udah aku ceritakan, di hari sebelumnya, aku biasa mandi di bagian shower, dan tempat sabun disitu biasanya kosong, aku yang taruh sabun Lux White Beauty disitu pas mandi dan aku ambil lagi setelah selesai mandi. nah pas itu aku liat ada Lux White Beauty yang ukurannya sama seperti punyaku + Ponds item. aku heran, 'lho keliatane sabunku belum tak keluarin', aku cek tas perlengkapan mandiku. lho? sabunku masih di tas. TERUS INI SABUN YANG DI KAMAR MANDI PUNYA SIAPA. ngiiiiiiik #gesekbiola aku cerita ke Pipin sama Mellisa soal ini, kami bertiga ketakutan bareng. langsung berbaju (jadi ceritanya buyar sudah impian mau berendam sama mandi!)

bertiga berdiam di kamar, kamar dikunci. udah semua ketakutan, nyoba mikir siapa kemungkinan terbesar yang ninggalin sabun di dalem kamar mandi. hasilnya NOL.

Analisa: ada 2 lantai yang kepisah pintu. pintu itu dikunci sama mas yang "seharusnya" njaga kost tapi yang ada malah masnya kabur gitu aja nggak pernah nongol. jadi penghuni lantai 2 yang 6 orang harusnya nggak bisa ke lantai 1 gara-gara nggak ada kuncinya kesana, lagian mereka udah punya kamar mandi sendiri. lantai 1 seharusnya dihuni 4 orang. Mellisa (kakak tingkat) jelas bukan, soalnya hasil cuciannya masih di depan kamar. kalo dia balik, harusnya cuciannya dimasukin ke kamar dong. Ibunya yang dateng nyuci juga bukan, kalo libur kan nggak dateng. Si Citra White Body Lotion itu apalagi. masa dateng dari Jakarta ke Bandung cuma buat mandi terus keluar lagi? penghuni satunya.....sampe sekarangpun kami semua nggak tau siapa. kami mengheningkan cipta.

aku bilang mending panggil Cik Ika sama Cik Gabby, mumpung kostnya deket. ternyata Cik Ika sama Cik Gabby lagi pergi dan baru pulang jam sembilaaaan
Pipin ngeBBM Boy, Boy ternyata nginep di tempat sodaranya (kesialan macam apakah ini yang menimpa kami). Boy ngasih pin BBM Johan CP, terus minta tolong Johan CP ke kost, ngasih ancer-ancer, sama suruh teriak "URSULIN" kalo udah sampai di depan kost.

Johan CP nggak mau teriak, tapi udah bunyi-bunyiin gembok di depan. kami bertiga keluar, buka kunci pintu kost, kunci pintu rumah, kunci gembok sampe berdiri segaris saking takute.
kami giraaaaangggg sekaliiiiiyyhhh liat Johan CP di depan, tanpa basa basi langsung bukain gembok, masukin Johan CP ke dalem kost, ngunci pintu kost, padahal ada beberapa pria di deket situ yang ngeliatin. gimana pandangan mereka tentang kamiiiiiiiiiiii

kira-kira bayangan pandangan mereka: 1 laki-laki minta tolong di bukain pintu, ada 3 perempuan keluar menyambut dengan kegirangan luar biasa, langsung masukin cowo ke kost, ngunci pintu kost. edaaaaaan.

Johan CP keliling kost, nggak nemu apa-apa, nggak ada apa-apa. cuma ada pintu kamar kebuka di lantai 2 (tapi nggak ada jalan buat masuk ke kamar mandi lantai 1, orang yang pegang kunci gembok sekarang itu Mellisa kita!)
Lalu kami pindahan bawa tas kecil. angkut-angkut ke kost Patrice, yang dibawa barang-barang penting tok. Pipin bawa tiket pesawat, Mellisa ragu-ragu ninggal laptop apa nggak (akhirnya ditinggal), aku nggak tau bawa apa, akhire bawa maicih (kayak nggak bawa beban -___-)
di kost ketemu Jesslyn & Arlita, Patrice lagi pergi sama Yafet. sempet cerita-cerita ke mereka dengan berapi-api.
jam 23.00 Mellisa tidur di kamar Arlita, Pipin di kamar Patrice, aku di kamar Jesslyn

2 Agustus 2011

06.15 bangun di kamar Jesslyn, mandi, thanks Jesslyn udah minjemin handuk padahal benere nggak usah nggakpapa, aku jadi ngrepoti
Patrice udah ke UnPar duluan buat bantuin temen yang daftar ulang (daftar ulang jadwalnya beda-beda)
Mellisa, Pipin, aku, Jesslyn, Arlita ke kost Mellisa buat ganti baju (kemarin malem nggak pada bawa baju ganti)
ke kost Patrice lagi, makan di Mie Ayam Jakarta (Mie Ayam Jakarta dan kost Patrice itu jejer). habis makan udah dijemput sopirnya temen papanya Pipin, terus ke kost Mellisa lagi ambil semua tas, ke kost Patrice lagi buat naruh Mellisa di kost sana (bayangno kalo Mellisa dewean di kost'e dee, isa ketemu/jadi Psikopat)
Pipin & aku ke tempat travel mau ke Jakarta (ceritanya pulang naik pesawat Lion Air dari Jakarta-Solo. kenapa nggak di Bandung? karena pesawatnya di Bandung pesawat baling-baling,mumetno,mengerikan). naik Bus Prima Jasa dari jam 09.30. sekitar 3 jam akhirnya sampe Jakarta
jam 13.00 udah di bandara (terminal 1A) nunggu pesawat jam 15.00
beli Roti Boy buat ngganjel perut, sampe bosen nungguin, mana nggak ada tempat duduk.
beberapa saat kemudian dapet tempat duduk tapi kebagian yang panas.
jam 15.30 pesawat'e baru dateng. Pipin & aku masuk pesawat.
Akhirnya jam 17.30 (heran juga kok lama banget) kami sampe Solo dengan selamat, sehat sentosa tanpa kurang suatu apapun. bersyukur bisa kembali dengan utuh.

Biaya:
Tiket KA Lodaya Pagi (Solo-Bandung) : Rp 210.000,00
Tiket Trans Studio+kartu : Rp 155.000,00
Tiket Bus Prima Jasa (Bandung-Jakarta) : Rp 75.000,00
Tiket Lion Air (Jakarta-Solo) : Rp 273.400,00
Airport Tax : Rp 40.000,00
Makan 7x & Jajan : Rp 95.000,00
Angkot 2x : Rp 15.000,00
Oleh-Oleh+Belanja : Rp 305.000,00
Lain-Lain : Rp 13.000,00
Total : Rp 1.181.400,00

Special thanks to:
Mellisa buat tempat kostnya sekaligus sebagai teman satu derita
Pipin buat teman seperjalanan, sepenanggungan, sependeritaan, sepengalaman
Jesslyn, Arlita, Patrice buat tempat ngungsi waktu aku, Mellisa, Pipin ketakutan kayak dikejar psikopat
Johan CP buat jadi superhero waktu tanggal 1 malem ada misteri kemunculan sabun lux dan ponds item
Temen Papanya Pipin karena udah nyediain transport buat tanggal 1 dan 2
Ce Ika, Ce Gaby, Ce Anna, Otniel, Ody, Sein, Yudi, Rico, Putra buat perkenalan dan jalan-jalan bersamanya
















Ini dijadiin pengalaman buat yang baru mau kost. pilih kost jangan yang remang-remang, pilih kost waktu malem jadi ketauan serem nggaknya x__X
tapi, aku jadi pengen ke Bandung lagi. tentunya, karena pria-prianya (yang kebetulan bisa kenalan) lebih sopan dan baik hatiiiiiii, temen-temennya enak semua, udaranya dingin nggak gosong-gosong, dan aku belum selesai ngunjungi tempat wisata di Bandung.
padahal sebenernya tujuan awalnya cuma ke TSB tau-tau jadi bisa kemana-mana berkat banyak temen disana-sini.

menurutku, Bandung itu tempat yang cocok buat rekreasi bareng temen-temen, ngabisin liburan yang super panjang, tapi harus mau menerima jalan macet waktu weekend, dan punya banyak kenalan disana jadi nggak perlu repot kemana-mana

4 komentar: